Militan, Ciri Khas OMK

4-Logo Kecil

4-Logo KecilKaum muda itu harapan Gereja dan Bangsa. Di tangan kaum muda, masa depan Gereja dan Bangsa berada. Di tangan kaum muda, keberlanjutan atau kesinambungan Gereja dan Bangsa berada. Paus Benediktus XVI, dalam pesannya untuk hari orang muda sedunia ke-26 tahun 2011 di Madrid, mengatakan, ”Dalam periode sejarah kehidupan, termasuk periode kita, banyak orang muda memiliki kerinduan yang mendalam akan relasi pribadi, yang ditandai oleh kebenaran dan solidaritas. Banyak dari mereka membangun hubungan persahabatan yang tulus, untuk mengenal cinta sejati, untuk memulai hidup berkeluarga yang diharapkan manunggal bersatu, untuk mencapai kepenuhan pribadi dan kemapanan hidup yang nyata, serta semua hal yang menjamin masa depan yang bahagia dan tenang.”

Tidak dapat dipungkiri berkembang tidaknya suatu bangsa tergantung pada kaum muda. Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, kaum muda mempunyai posisi yang penting sebagai pembawa perubahan. Setiap ada kemandegan, yang berujung pada penderitaan rakyat, kaum muda siap mendobraknya. Dengan demikian, tidak disangsikan lagi peran kaum muda sebagai pembawa perubahan (agent of change). Situasi demikian juga terjadi dalam lingkup Gereja Katolik. Kaum muda menjadi pembawa perubahan kehidupan menggereja. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai pelengkap dengan aktifitas seputar tempat parkir. Tetapi mereka diharapkan dan sudah seharusnya lebih berperan sebagai penggerak kehidupan menggereja.
Orang Muda Katolik harus militan! Ungkapan ini sering terdengar di setiap pertemuan-pertemuan OMK di berbagai keuskupan. Begitu pula dengan OMK di Keuskupan Agung Palembang, seperti yang menggema di acara Temu OMK Distrik SIJAMBU akhir Juni 2011 lalu. Rm Andreas Siswinarko, SCJ, menegaskan, militan yang dimaksud adalah berdaya juang seperti serdadu.
”OMK itu mesti militan. Militan dalam hal ini adalah berdaya juang dan berkarakter. Seseorang akan bertahan jika dalam hidupnya mempunyai daya juang yang tinggi dan karakter yang kuat. Gambaran sederhananya dapat kita lihat dari selebriti-selebriti yang banyak diidolakan orang muda saat ini. Sebut saja Agnes Monika. Mengapa ia bisa begitu sukses dan sangat diidolakan banyak orang? Ya, karena ia punya karakter yang khas. Ia juga punya semangat juang yang tinggi,” ujar Rm Arko, SCJ, di hadapan 200-an OMK Distrik SIJAMBU.
Militansi dalam konteks ini artinya kaum muda mesti memililiki iman yang tangguh, kaum muda semakin teguh imannya melalui pergaulan dengan sesama teman dan masyarakat di sekitarnya. Di samping itu, kaum muda juga mesti terbuka, berani berdialog atau bekerjasama baik dengan saudara seiman maupun tidak seiman, membangun solidaritas secara manusiawi. Kaum muda mengusahakan pola hidup berdampingan karena manusia hidup tidak pernah sendirian.
”Orang Muda Katolik yang militan sesungguhnya memiliki tiga hal. Yang utama yaitu ketangguhan. Ketangguhan dari sisi iman. Dengan ketangguhan iman ini akan membawa Orang Muda Katolik sampai pada keteguhan imannya sendiri. Jika Orang Muda Katolik itu tangguh, tentunya ia tidak akan dengan mudah digoyahkan. Kaum muda katolik yang militan juga semestinya memiliki semangat untuk melawan yang jahat. OMK yang militan harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab sosial bersama untuk ikut mengatasi konflik sosial berlatar belakang agama dan masalah kemiskinan masyarakat dan membangun usaha-usaha kooperatif berdasarkan kasih. Di samping itu, OMK yang militan selalu dilingkupi semangat untuk melakukan hal-hal baik,” kata Rm Arko, SCJ, yang merupakan Ketua Komisi Kepemudaan di Keuskupan Tanjungkarang ini.
Kaum muda adalah kaum yang militan, khususnya militansi hidup beriman. Soalnya, pemahaman dan penghayatan orang muda terhadap imannya, nilai-nilai kristiani kurang memadai. Hal ini menyebabkan kaum muda kurang mau terlibat dalam kehidupan menggereja dan tidak berani memberi kesaksian tentang imannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan tidak jarang banyak orang muda sangat gampang ikut arus dan pindah ke agama lain, karena dangkalnya penghayatan akan apa yang diimaninya.
Untuk menghindari terjadinya masalah lebih lanjut, kaum muda perlu dibekali dengan pendidikan nilai militansi iman. Dengan demikian, diharapkan kaum muda Katolik dapat mengerti dasar-dasar iman Katolik dengan baik, mampu merefleksikan dan menghayati iman dengan baik serta menjadi saksi Kristus. Orang Muda diharapkan mampu mengekspresikan dan memperjuangkan militansinya dalam hidup dan tentu pada akhirnya akan memancarkan semangat Kristus dalam kehidupannya. **Agustina Lusiana

Related posts