SURAT GEMBALA USKUP AGUNG PALEMBANG “Tahun Yubileum Belas Kasih”

cropped-4-Logo-Kecil-1.jpg

SURAT GEMBALA USKUP AGUNG PALEMBANG
No. : 200/SG/Dio.KAPal/XI/2015
”Tahun Yubileum Belas Kasih”
oleh : Mgr. Aloysius Sudarso SCJ

 

“Hendaknya kamu murah hati seperti Bapamu murah hati” ( Injil Luk 6:36)

Saudara saudari yang terkasih :

Bapak Ibu, kaum muda, anak-anak, Para Imam, dan Biarawan biarawati,

Pada hari Jumat 13 Maret 2015 Paus Fransiskus mengumumkan perayaan Yubileum Kerahiman, suatu Tahun Yubileum Luar Biasa. Yubileum ini akan dimulai pada tanggal 8 Desember 2015, Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda dan peringatan 50 tahun penutupan Konsili Vatikan II, dan akan berakhir pada tgl. 20 November 2016, Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.

Pada saat mengumumkan Tahun Yubileum, Bapa Suci mengatakan, “Saudara-saudari yang terkasih, kerapkali saya memikirkan bagaimana caranya Gereja dapat membuktikan secara lebih misinya untuk menjadi saksi belas kasih. Ini adalah sebuah jalan yang dimulai dengan pertobatan rohani. Untuk itulah saya memutuskan supaya Gereja merayakan Yubileum Luar Biasa, yang berpusat pada belas kasih Allah. Tahun itu akan menjadi Tahun Yubileum Belas Kasih, yang akan kita lalui di bawah terang Sabda Tuhan: “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

 Tujuan Tahun Belas Kasih

Pada bagian awal bulla “ Misericordiae vultus” ( Wajah Belaskasih Allah) Bapa Paus mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah wajah belas kasih Allah. Yesus dari Nazaret menghadirkan belaskasih Allah dengan sabda, karya, dan pribadi-Nya.

Tahun Belas Kasih dimaklumatkan sebagai saat yang tepat bagi Gereja untuk memperkuat kesaksian umat beriman. Tahun Suci akan dibuka pada tanggal 8 Desember, Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda. Sejak dosa Adam dan Hawa, Allah tidak pernah bermaksud meninggalkan manusia dalam asuhan si Jahat. Untuk itulah Allah menjadikan Maria kudus dan tak bercacat (Ef 1:4) untuk menjadi Bunda Penebus. Belas kasih selalu melampaui segala dosa. Pada Hari Raya ini Pintu Suci Basilika Santo Petrus dibuka. Dengan  keyakinan bahwa barangsiapa yang melewati pintu ini dapat mengalami kasih Allah yang memberi penghiburan, pengampunan, dan pengharapan. Secara berurutan setiap minggu akan dibuka Pintu Suci dari basilika-basilika yang lain. Dan pada hari Minggu tgl.13 November Semua pintu gereja Keuskupan dibuka, sebagai tanda  keterlibatan  langsung seluruh gereja untuk menghidupi Tahun Suci ini sebagai saat berahmat dan istimewa pembaharuan spiritual.

Pilihan tanggal 8 Desember penuh makna bagi sejarah Gereja. Pintu Suci dibuka bertepatan dengan peringatan 50 tahun penutupan Konsili Vatikan II, yang membuka sejarah baru bagi Gereja. Mengenang kembali perkataan penuh makna Paus St. Yohanes XXIII pada pembukaan konsili, “Kini mempelai Kristus memilih untuk menggunakan belas kasih daripada senjata dan kekerasan … Gereja Katolik, dengan Konsili Ekumenis ini mengangkat tinggi lentera kekatolikan, dan ingin menunjukkan diri sebagai bunda penuh kasih dari semua orang, sabar, lembut, penuh belas kasih dan kebaikan …” Demikian pula ucapan Paus Beato Paulus VI dalam penutupan Konsili, “Kita ingin mencatat sebagai semangat konsili terutama kasih … Kisah tentang orang Samaria merupakan paradigma spiritualitas Konsili … Hal lain yang perlu kita ungkapkan: semua kekayaan doktrin diarahkan ke satu tujuan: melayani manusia, dalam keberadaannya, kelemahannya, dan kebutuhannya.” Dengan syukur atas segala yang telah diterima oleh Gereja dan dengan tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menanti kita, kita akan melewati Pintu Suci dengan penuh keyakinan bahwa kekuatan Tuhan yang bangkit menyertai kita dalam peziarahan kita.

Untuk itu kita perlu selalu merenungkan rahasia belaskasih, sumber sukacita,  ketenteraman, dan kedamaian.  Belas kasih adalah kata yang mengungkapkan rahasia Tritunggal Mahakudus. Kasih adalah hukum utama yang tinggal di dalam hati setiap orang ketika dia melihat saudara yang dijumpainya dengan mata yang tulus. Belas kasih adalah jalan yang mempersatukan Allah dan manusia.

Hal itu berarti Bapa Paus mengajak agar kita membuka hati  dan memberi kesaksian tentang belas kasih di mana-mana, karena, “Pengampunan adalah kekuatan yang dapat menimbulkan kehidupan baru dan menanamkan keberanian untuk melihat masa depan penuh pengharapan”.

Saudara saudari terkasih,

Belaskasih Allah tidak berarti bahwa berdosa itu tidak jadi masalah. Sebaliknya belaskasih Allah memanggil kita untuk berpaling dari dosa dan meluruskan hidup kita sesuai dengan tuntunan dan tuntutan Injil. Belaskasih Allah tidak akan membuang manusia kedalam kemalangan, tetapi Allah terus menawarkan hidup ilahi dan janji akan kebahagiaan yang sejati.

Hendaknya kita ingat akan ajaran Ibu Gereja bahwa belaskasih harus diwujudkan dalam tindakan nyata baik badani maupun rohani. Maka semoga Tahun Belaskasih ini memberanikan kita untuk memanfaatkan sakramen pengampunan dan rekonsiliasi agar pikiran, kata-kata dan perbuatan kita semakin selaras dengan Yesus Kristus.

Dan sambil mempersiapkan diri untuk memasuki Tahun Belaskasih ini pentinglah menyadari bahwa belaskasih Allah adalah sikap agung Allah terhadap manusia terutama terhadap mereka yang miskin dan merasa lemah.

Barangkali kita sering putus asa menanggapi panggilan untuk menjadi suci, tetapi Tuhan tak pernah berhenti memanggil kita dan terus memberikan rahmat yang kita perlukan untuk bangkit dari dosa apapun yang membuat kita terpuruk.

Mari  dengan bertobat kita tampilkan wajah belas kasih Allah dalam hidup pribadi masing-masing, dalam komunitas-komunitas kita baik keluarga maupun komunitas membira dan pastoran kita. Semoga para imam dan bapak-ibu keluarga menampilkan belaskasih dalam kegembalaannya. Semoga suasana di dalam karya sosial kesehatan, pendidikan dan lainnya menjadi tempat banyak orang mengalami Allah yang berbelasih terutama kepada yang lemah dan papa.

Kegiatan Konkrit mengisi Tahun Belas Kasih

  • Misa Pembuka Tahun Belas Kasih Bapa akan dilaksanakan pada tgl 13 Desember 2015 di semua gereja paroki, stasi, dan kapel komunitas.

 

  • Allah begitu berbelaskasih kepada umat manusia, menebus dosa melalui wafat dan kebangkitan Yesus PutraNya. Belas kasih Allah begitu Nampak dalam sakramen tobat, jikalau kamu nyatakan dosa….. maka marilah kita mengisi tahun ini dengan membuka hati dan datang kepada Allah yang penuh belas kasih dengan cara menerima sakramen Tobat. Hendaknya di tingkat paroki, komunitas, Lingkungan kelompok kategorial mengadakan katekese tentang sakramen tobat.
  • “Hendaklah kamu murah hati seperti Bapamu”, pada ke-sempatan tahun penuh rahmat ini kita membuka hati untuk berani berbelaskasih kepada sesama yang bersalah kepada kita. Mengampuni kesalahan sesama dari hati yang tulus, penyembuhan luka batin. Hal ini juga bisa ditempuh dengan retret/rekoleksi dengan tema Allah yang berbelas kasih. Merenungkan belas kasih Allah dan merencanakan dengan tindakan konkrit sehingga kita masing-masing dapat menghadirkan belas kasih Allah dalam kata dan perbuatan sehari-hari
  • Hendaknya Doa Tahun Belas Kasih disebarkan kepada umat agar menjadi doa sepanjang tahun.

Palembang, 18 November 2015

Mgr. Aloysius Sudarso SCJ
Uskup Agung Keuskupan Agung Palembang

 

DOA PAUS FRANSISKUS BAGI YUBILEUM BELAS KASIH

 

Tuhan Yesus Kristus,

Engkau telah mengajarkan kami agar murah hati seperti Bapa surgawi, dan telah mengatakan kepada kami bahwa siapa pun yang melihat Engkau, telah melihat Bapa.

Perlihatkanlah Wajah-Mu, maka kami akan selamat.

Tatapan-Mu yang penuh kasih telah membebaskan Zakeus dan Matius yang diperbudak oleh uang; Perempuan yang berzinah dan Magdalena dari mencari kebahagiaan dalam segala hal yang fana; membuat Petrus meratapi penyangkalannya, dan menjanjikan Firdaus bagi pencuri yang bertobat.

Biarlah kami mendengar, sebagaimana ditujukan juga kepada kami masing-masing, perkataan yang Engkau katakan kepada perempuan Samaria: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah!”

Engkaulah wajah yang kelihatan dari Bapa yang tak kelihatan, Allah yang memanifestasikan ke-Mahakuasaan-Nya dalam pengampunan dan belas kasihan:

Biarkanlah Gereja menjadi Wajah-Mu yang kelihatan di dunia ini, gambaran akan Tuhan yang bangkit dan dimuliakan.

Engkau menghendaki mereka yang melayani-Mu untuk mengenakan pakaian kerapuhan, agar dapat merasa berbelas kasih bagi mereka yang hidup dalam sikap acuh tak acuh dan kekeliruan: Biarkanlah semua orang yang mendekati mereka merasa dicari, dicintai, dan diampuni oleh Allah.

Utuslah Roh-Mu dan kuduskanlah kami semua dengan urapan-Nya, agar Yubileum Kerahiman ini benar-benar menjadi tahun rahmat Tuhan, dan Gereja-Mu, dengan semangat baru, dapat membawa kabar baik bagi orang miskin, memberitakan pembebasan bagi para tawanan dan tertindas, dan memulihkan penglihatan bagi mereka yang buta.

Ini semua kami mohon melalui perantaraan Maria, Bunda Belas Kasih.

Engkaulah yang hidup dan meraja bersama Bapa dan Roh Kudus selama-lamanya. Amin.

 

 

 

 

Related posts

Leave a Comment