Artikel

Indulgensi Penuh Pada Tahun Yubileum Belas Kasih, 08 Desember 2015-20 November 2016

I. Pengertiannya  Indulgensi:

Indulgensi adalah (1) penghapusan siksa-siksa temporal di depan Allah untuk (2) dosa-dosa yang sudah diampuni. (3) Warga beriman Kristen (4) yang benar-benar siap menerimanya, di bawah persyaratan yang ditetapkan dengan jelas, memperolehnya dengan (5) bantuan Gereja, yang sebagai pelayan penebusan membagi-bagikan dan memperuntukkan kekayaan pemulihan Kristus dan para kudus secara otoritatif” (KGK 1471)

II. Pada Tahun Yubileum Belas kasih, indulgensi dapat diperoleh dengan cara sebagai berikut:

  • Mengadakan Ziarah rohani dan memasuki pintu suci Basilica/Katedral /co-Katedral atau gereja/tempat ziarah yang ditentukan
  • Menerima sakramen tobat/ pengakuan dosa
  • Menerima komuni suci dengan merenungkan belas kasih Allah
  • Mendaraskan Syahadat Para Rasul
  • Mendoakan intensi Bapa Suci

Untuk memudahkan dan membantu umat beriman dalam mendapatkan indulgensi dan keterbatasan tempat ziarah serta tenaga imam yang dapat melayani, maka hendaknya ziarah dalam rangka mendapatkan indulgensi penuh pada Tahun Yubileum Belas Kasih ini dikoordinir per Dekanat/ Distrik. Hal itu dimaksudkan agar ziarah dapat dilakukan per kelompok dan disiapkan tenaga imam untuk mendengarkan pengakuan Dosa/ memberikan sakramen Tobat.

III. Indulgensi juga diperuntukkan kepada:

1). Mereka yang usia lanjut dan sakit:

Menerima sakitnya dan penderitaan mereka dengan “harapan sukacita”, serta menghadiri Misa, menerima komuni, dan berpartisipasi dalam doa di komunitas.

2). Untuk mereka yang berada di Lembaga Pemasyarakatan:

  • Mereka akan memperoleh indulgensi di kapel penjara.
  • Mengarahkan pikiran dan doa-doa mereka kepada Allah tiap kali mereka melewati pintu sel akan menandakan bagian perjalanan mereka melalui Pintu Suci, “karena belas kasih Allah mampu mengubah hati, dan juga mampu mengubah hambatan menjadi pengalaman kebebasan.

3). Untuk mereka yang sudah meninggal:

Bagaimana indulgensi Yubileum dapat diperoleh bagi mereka yang telah meninggal, dan mendorong umat untuk berdoa kepada para santo dan santa supaya mendoakan mereka selama Misa, supaya mereka yakin bahwa “wajah Allah yang Maha Rahim” membebaskan mereka dari residu-residu dosa

4). Untuk semua umat beriman:

Bapa Suci kemudian berpaling kepada karya fisik dan spiritual belas kasih, menjelaskan bahwa pengalaman akan belas kasih Allah “menjadi kelihatan dalam kesaksian akan tanda-tanda konkret seperti yang telah Yesus ajarkan kepada kita.”

Ketika seseorang secara pribadi melakukan satu dari  karya belas kasih seperti memberi makan yang lapar, mengunjungi yang sakit, menguburkan orang meninggal, rela mengampuni kesalahan orang lain, menghibur mereka yang menderita, maupun berdoa bagi mereka yang hidup dan mati, orang tersebut “pasti akan mendapatkan indulgensi Yubileum”.

IV. Tindakan lain:

Bapa Suci mengizinkan seluruh imam untuk “mengampuni dosa aborsi kepada mereka yang dengan hati penuh sesal mencari pengampunan atas apa yang mereka lakukan”.

V. Keuskupan Agung Palembang:

Beberapa gereja sebagai tempat ziarah pada Tahun Yubileum Belas Kasih:

  1. Gereja Katedral St. Maria, Palembang
  2. Gereja St. Mikhail Tanjungsakti
  3. Gereja St Yohanes Rasul, Bengkulu
  4. Gereja St Teresia, Jambi
  5. Gereja St Maria Tak Bernoda, Tegalrejo

Beberapa tempat ziarah:

  1. Gua Maria Rosa Mystica Podomoro
  2. Gua Maria, Kenten
  3. Gua Maria Sendang Arum, Tegal arum, Baturaja
  4. Gua Maria Argapeni, Mojosari BK 9
  5. Taman Doa St. Faustina, Melati jaya-Tegalsari BK 20
  6. Gereja tua dan makam misionaris di Tanjungsakti
  7. Gua Maria Singkut
  8. Candi Maria di Selincah, dan Gua Maria di Pondok Kristopel, Jambi

 

TATA CARA MEMPEROLEH INDULGENSI

Bagaimana Agar Memperoleh Indulgensi?

Pembahasan

Indulgensi adalah (1) penghapusan siksa-siksa temporal di depan Allah untuk (2) dosa-dosa yang sudah diampuni. (3) Warga beriman Kristen (4) yang benar-benar siap menerimanya, di bawah persyaratan yang ditetapkan dengan jelas, memperolehnya dengan (5) bantuan Gereja, yang sebagai pelayan penebusan membagi-bagikan dan memperuntukkan kekayaan pemulihan Kristus dan para kudus secara otoritatif” (KGK 1471)

Beberapa point berikut ini adalah penjelasan tentang Indulgensi:

  1. Konstitusi Apostolik tentang Doktrin Indulgensi

Beberapa point norma yang penting adalah sebagai berikut, selengkapnya di sini:

N 2. Indulgensi sebagian dan indulgensi penuh menghapus sebagian ataupun seluruhnya penghukuman sementara/temporal karena dosa.

N 3. Indulgensi sebagian dan indulgensi penuh dapat selalu ditujukan kepada mereka yang sudah meninggal melalui doa permohonan bagi mereka.

N 4. Indulgensi sebagian diperoleh tanpa penentuan hari-hari ataupun tahun.

N 5. Umat beriman yang sedikitnya mempunyai hati yang menyesal melakukan perbuatan yang olehnya indulgensi sebagian dapat diperoleh, sebagai tambahan dari penghapusan hukuman sementara, memperoleh dari perbuatan itu, penghapusan hukuman yang setimpal melalui intervensi Gereja.

N 6. Indulgensi penuh hanya dapat diperoleh sekali dalam sehari, kecuali seperti disebut dalam N18, bagi mereka yang ada dalam sakrat maut. Indulgensi sebagian dapat diperoleh lebih dari sekali dalam sehari, kecuali ada indikasi eksplisit tentang keadaan sebaliknya.

N 7. Untuk memperoleh indulgensi penuh, perlu dilakukan suatu dipenuhi 3 kondisi: menerima sakramen Pengakuan Dosa, menerima Komuni dan berdoa bagi intensi-intensi Bapa Paus. Selanjutnya disyaratkan bahwa semua ikatan terhadap dosa, bahkan dosa ringan, tidak ada.
Jika disposisi ini kurang lengkap, atau kalau ketiga kondisi ini tidak dipenuhi, maka indulgensi yang diperoleh adalah indulgensi sebagian, dengan kecualian sebagaimana disebut dalam N 11.

N 8. Ketiga kondisi dapat dipenuhi sebelum atau sesudah kegiatan yang disyaratkan; namun adalah layak bahwa Komuni diterima pada hari yang sama, demikian pula doa- doa untuk intensi Bapa Paus.

N 11. Ordinaris setempat dapat memberikan izin kepada umat beriman di wilayahnya, yang hidup di tempat-tempat yang tidak mungkin ataupun sangat sulit untuk menerima sakramen-sakramen Pengakuan dosa dan Komuni, agar mereka dapat memperoleh indulgensi penuh tanpa sakramen Pengakuan dosa dan Komuni, asal mereka sungguh bertobat dari dosa-dosa mereka, dan mempunyai intensi untuk menerima sakramen-sakramen ini secepat mungkin [setelahnya].

N 18. Kepada umat beriman yang dalam bahaya maut yang tak dapat dibantu oleh imam menerima sakramen-sakramen dan menerima berkat apostolik dengan indulgensi penuh (sesuai KHK Kan 468,2) Gereja tetap memberikan indulgensi penuh, asalkan mereka berdisposisi baik dan telah mempunyai kebiasaan untuk berdoa sepanjang hidup mereka….

Indulgensi penuh pada saat kematian dapat diperoleh oleh umat beriman meskipun mereka telah memperoleh indulgensi pada hari yang sama.

  1. Dekrit tentang hal pengampunan dosa

Dekritnya: Decree of the Sacred Apostolic Penitentiary.

  1. Syarat umum untuk memperoleh Indulgensi

Indulgensi, baik indulgensi sebagian atau indulgensi penuh, dapat diberikan kepada seseorang yang Katolik, yang dalam hubungan yang baik dengan Gereja, dan dalam keadaan rahmat, artinya tidak dalam keadaan berdosa berat, atau mempunyai dosa berat yang belum diakui dalam Sakramen Pengakuan Dosa. Untuk memperoleh indulgensi, seseorang harus mempunyai intensi/ maksud umum untuk memperoleh indulgensi. Intensi ini dapat disebutkan dalam doa di awal hari, atau sebelum melakukan tindakan tertentu yang disyaratkan untuk memperoleh Indulgensi.

Contoh doa di pagi hari yang memasukkan intensi untuk memperoleh indulgensi,.

  1. Syarat untuk memperoleh Indulgensi Penuh

Empat syarat yang harus selalu ada untuk memperoleh Indulgensi Penuh, selengkapnya:

  1. Mengaku dosa dalam Sakramen Pengakuan Dosa. Sekali pengakuan dosa secara sakramental cukup untuk memperoleh beberapa kali indulgensi sebagian, tetapi Komuni dan doa untuk intensi Bapa Paus harus dilakukan untuk memperoleh setiap Indulgensi penuh.
  2. Menerima Komuni/ Ekaristi
  3. Berdoa bagi intensi Bapa Paus, dipenuhi dengan satu kali doa Bapa Kami, sekali Salam Maria, namun setiap orang bebas mengucapkan juga doa spontan tentangnya sesuai dengan kesalehan dan devosi/ungkapan kasihnya.
  4. Semua keterikatan pada dosa, bahkan dosa ringan, tidak ada. Jika keterikatan terhadap dosa ringan masih ada, atau ketiga kondisi lainnya tidak dipenuhi, maka indulgensi yang diperoleh adalah indulgensi sebagian.

Indulgensi penuh diperoleh (jika keempat syarat di atas dipenuhi) kapanpun dan di manapun jika kita:

a. membaca Kitab Suci sedikitnya setengah jam,
b. mendoakan doa rosario Maria, sedikitnya lima dekade dengan meditasi peristiwa hidup Yesus, di gereja, di dalam
keluarga atau dalam komunitas religius, atau dalam kelompok/ asosiasi rohani.
c. mendoakan doa Jalan Salib, merenungkan kisah sengsara dan wafat Tuhan kita Yesus Kristus.
d. mengunjungi Sakramen Mahakudus, dan berdoa Adorasi Sakramen Mahakudus sedikitnya selama setengah jam .

Indulgensi penuh diperoleh pada saat-saat tertentu:

a. Pada saat berkat Paus (bahkan melalui radio)
b. Misa penutupan Kongres Ekaristi
c. Sepanjang Sinoda Keuskupan
d. Sepanjang Kunjungan Pastoral
e. Mengikuti retret sedikitnya 3 hari penuh

Indulgensi penuh diperoleh pada hari-hari tertentu:

a. 1 Januari
b. Setiap hari Jumat dalam masa Prapaska dan permenungan tentang Kisah Sengsara Yesus setelah Komuni, dengan      mendoakan doa di hadapan salib Yesus setelah Komuni: “Lihatlah, Tuhan Yesus yang baik dan lemah lembut, di        hadapan-Mu aku berlutut dan dengan jiwa yang berkobar aku berdoa ….”
c. Kamis Putih
d. Jumat Agung
e. Malam Paska: dengan memperbaharui janji Baptis
f. Hari Raya Pentakosta, dan mendoakan bersama, Veni Creator
g. Hari Raya Corpus Christi
h. Hari Raya Hati Kudus Yesus, dengan mendaraskan secara publik/ bersama, doa “Act of Reparation”
i. Hari Raya Rasul Petrus dan Paulus
j. ‘Portiuncula’- 2 Agustus
k. 1-8 November: mengunjungi kubur dan berdoa untuk arwah, setiap hari dari tanggal 1 sampai 8 November.
l. Hari arwah- 2 November
m. Hari Raya Kristus Raja, dengan mendoakan bersama “Act of Dedication of the Human Race to Christ”
n. 31 Desember: dan mendoakan bersama doa Te Deum,
o. Kunjungan pada Gereja atau Oratorium pada hari perayaan Santo/a pendirinya.
p. Perayaan titular Paroki
q. Kunjungan ke Gereja atau altar pada hari konsekrasinya.

Indulgensi penuh diperoleh pada saat khusus dan tempat khusus:

a. Kunjungan ke basilika di Roma dan
b. Kunjungan gereja-gereja stasional di Roma

Indulgensi penuh diperoleh di peristiwa yang khusus dalam hidup orang yang bersangkutan:

a. Memperbaharui janji Baptis pada hari peringatan Pembaptisannya.
b. Komuni Pertama, dan indulgensi penuh juga dapat diberikan kepada yang hadir dan dengan khidmat mengikuti          Misa Komuni Pertama.
c. Mengikuti kegiatan misi: Menghadiri penutupan karya misi dan mendengarkan khotbah-khotbah sepanjang karya      misi tersebut.
d. Spiritual Exercises (Latihan rohani)
e. Misa pertama dari Imam yang baru saja ditahbiskan
f. Tahun Yubelium dari Tahbisan imam (25, 50, 60 tahun)
g. Pada saat kematian, ketika imam tidak dapat memberikan sakramen dan berkat apostolik; asalkan selama
hidupnya ia setia dan rajin berdoa.

  1. Syarat memperoleh Indulgensi Sebagian (Partial Indulgence)

Di dalam Handbook of Indulgences yang dikeluarkan oleh Tahta Suci tanggal 29 Juni, 1968, ditulis beberapa cara untuk memperoleh Indulgensi sebagian (partial Indulgence):

  1. Jika seorang beriman dalam melaksanakan tugasnya dan memikul beban kehidupan, mengangkat pikirannya kepada Allah dengan penuh kepercayaan dan kerendahan hati, dan berdoa, meskipun hanya di dalam hati- permohonan-permohonan yang saleh.

Doa ini tidak dilepaskan/ berdiri sendiri, melainkan merupakan doa yang didaraskan di tengah-tengah pelaksanaan tugas sehari-hari, dan dapat berupa doa yang sangat singkat, seperti:

“Tuhanku, aku mengasihi Engkau”
“Semuanya hanya bagi-Mu, Tuhan”
“Datanglah Kerajaan-Mu”
“Hati Yesus yang MahaKudus, Aku percaya kepada-Mu”

  1. Jika seorang beriman, dihidupi oleh semangat iman dan dengan hati yang berbelas kasih memberikan dirinya sendiri atau perbuatannya untuk melayani saudara-saudarinya yang sedang membutuhkan pertolongan.
  2. Jika seorang beriman, yang dengan semangat pertobatan, dan atas kehendaknya sendiri, berpantang dari apa yang sesungguhnya boleh dilakukannya dan menyenangkan hatinya. Hal ini berkaitan dengan penyangkalan diri yang didasari oleh kasih dan kehendak agar menjadi semakin serupa dengan Kristus yang miskin dan menderita.

Sedangkan untuk doa-doa yang olehnya umat memperoleh Indulgensi sebagian, berikut ini di antaranya:

  1. “Kumohon kepada-Mu Tuhan,
    arahkanlah, perbuatan-perbuatan kami dengan inspirasi kudus-Mu,
    dan bawalah semuanya itu dengan bantuan-Mu yang penuh kasih ,
    sehingga setiap doa dan karya kami dapat selalu dimulai dari Engkau dan melalui Engkau mencapai akhirnya dengan baik.”
    Amin.
  2. Doa iman, harapan dan kasih, dam doa tobat, dengan rumusan apapun. Setiap doa ini mengandung indulgensi.
  3. Kunjungan dan Adorasi Sakramen Mahakudus.
  4. Doa Adoro Te Devote.
  5. Memohon dukungan doa kepada St. Yusuf, (biasanya didoakan di bulan Oktober).
  6. “Ku berterima kasih kepada-Mu, Allah yang Mahakuasa,
    atas segala berkat-Mu, Engkau yang hidup dan berkuasa selama-lamanya.”
    Amin.
  7. “Malaikat Tuhan, pelindungku yang terkasih,
    yang kepadanya kasihNya menjagaku di sini,
    tetaplah selalu di sisiku hari ini,
    untuk menerangi dan melindungi, mengatur dan membimbingku.”
    Amin.
  8. Doa Angelus, dan di masa Paska, doa Regina Caeli.
  9. Doa Anima Christi (Jiwa Kristus)
  10. Mengunjungi kubur dan berdoa bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian.
  11. Komuni spiritual/ rohani, dengan rumusan apapun.
  12. Pendarasan penuh khidmat, doa Syahadat Aku Percaya/ Syahadat panjang Nicea.
  13. Pendarasan doa pagi (Lauds) ataupun sore (Vespers) untuk jiwa-jiwa orang yang telah meninggal.
  14. Pendarasan De Profundis (Mzm 130).
  15. Mengajarkan ataupun mempelajari doktrin/ ajaran Kristiani.
  16. Doa di hadapan gambar salib/ patung Kristus setelah Komuni, “Lihatlah, Tuhan Yesus yang baik dan lemah lembut, di hadapan-Mu aku berlutut dan dengan jiwa yang berkobar aku berdoa …..
  17. “Dengarkanlah kami ya Tuhan, Bapa yang kudus, Allah yang Mahakuasa dan kekal,
    dan utuslah malaikat-Mu yang kudus dari surga untuk menjaga, memperhatikan, melindungi,
    untuk tinggal dan membela semua yang tinggal di rumah ini. Demi Kristus Tuhan kami.”
    Amin.
  18. Doa silih di hadapan Hati Kudus Yesus, “Act of Reparation to the Sacred Heart of Jesus“,
  19. Doa dedikasi umat manusia kepada Kristus Raja, “Act of dedication of the human race to Christ the King“,.
  20. Pada setiap litani Nama Yesus yang MahaKudus, Litani Hati Kudus Yesus, Litani Darah Yesus Kristus yang sangat berharga, Litani Perawan Maria, St. Yusuf dan semua orang kudus.
  21. Doa Magnificat.
  22. Doa Memorare.
  23. Doa Miserere.
  24. Mengikuti Novena publik sebelum hari Raya Natal, Pentakosta dan Perayaan Maria dikandung tidak bernoda.
  25. Dengan memakai benda-benda rohani, seperti crucifix, salib, rosario, skapular, medali, yang telah diberkati oleh imam.
  26. Mendaraskan doa Passio/ Kisah sengsara Kristus, doa Hati Kudus Yesus dan doa hati Maria yang tak bernoda, doa St. Yusuf.
  27. Doa untuk pentahbisan imam maupun panggilan religius lainnya.
  28. Doa hening (mental prayer).
  29. Marilah berdoa untuk Bapa Paus …. “Semoga Tuhan menjaganya, memberikan hidup dan menjadikannya terberkati di dunia, dan membebaskan dia dari kehendak para musuhnya.”
  30. “O, perjamuan kudus, yang di dalamnya Kristus diterima, kenangan kisah sengsara-Nya diperbaharui, pikiran dipenuhi dengan rahmat dan diberikan kepada kami janji kemuliaan yang akan datang.”
  31. Hadir dan mendengarkan dengan penuh perhatian pada sebuah khotbah/ pengajaran iman.
  32. Berpartisipasi dalam rekoleksi sebulan sekali.
  33. “Berikanlah istirahat kekal kepada mereka yang telah meninggal dunia, ya Tuhan, dan biarlah terang yang kekal bersinar atas mereka. Semoga mereka beristirahat dalam ketentraman karena kerahiman Tuhan.” Amin
  34. “O Tuhan, karuniakanlah kehidupan kekal kepada semua orang yang berbuat baik kepada kami, demi nama-Mu.”
  35. Dengan mendoakan doa rosario secara pribadi. Untuk pendarasan doa rosario secara pribadi di luar gereja, pembacaan persepuluhan dapat dilakukan tidak sekaligus. Meditasi/ permenungan peristiwa hidup Yesus harus dilakukan.
  36. Membaca Kitab Suci sebagai bacaan rohani dengan penghormatan dan devosi kepada Sabda Tuhan.
  37. Doa Salve Regina, Hail Holy Queen.
  38. “Bunda Maria yang kudus, tolonglah mereka yang sedang alam kesusahan, kuatkanlah mereka yang lemah hatinya, hiburlah mereka yang berduka, doakanlah semua orang, jadilah pengantara bagi para imam, doakanlah para wanita yang saleh; semoga semua orang mengalami pertolonganmu …”
  39. Berdoa di misa penghormatan orang kudus yang hari itu sedang dirayakan pesta namanya, atau doa lainnya yang telah disetujui.
  40. Dengan membuat Tanda Salib dengan khidmat, sambil berkata: Atas nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
  41. “Kami menuju perlindunganmu, O Bunda Allah yang kudus. Jangan menolak permohonan kami di dalam kesusahan, tetapi lindungilah kami dari segala bahaya, O Perawan yang mulia dan terberkati.”
  42. Mendoakan doa Tantum Ergo.
  43. Mendoakan doa Te Deum.
  44. Mendoakan doa Veni Creator, juga mendoakan,
    “Datanglah Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu.”
  45. Dengan memperbaharui janji Baptis, dengan rumusan apapun.

46. “Kunjungilah rumah ini, kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, dan usirlah darinya segala sengat si Jahat.
Biarlah para malaikat kudus-Mu tinggal di sini, yang menjaga kami dalam damai, dan biarlah rahmatmu
selalu turun atas kami. Demi Kristus Tuhan kami.”