Berbuat Baik bagi Kebahagiaan Sesama

“Orang berbuat baik karena dia baik, bukan berbuat baik agar dianggap baik. Biarlah orang kecewa dengan dirimu, karena mereka sedang tertipu oleh perasaan mereka sendiri,” kata seorang bijaksana.

Suatu hari, seorang murid penasaran. Ia sudah melakukan banyak hal baik bagi teman-temannya, namun ia masih dianggap jahat. Ia masih sering dicurigai.

Karena itu, ia bertanya kepada gurunya, “Guru, aku sudah berbuat baik, membantu semampuku, tetapi mengapa orang itu terus saja berprasangka buruk? Bahkan aku dianggap jahat.”

Sang Guru menjawab, “Akan terus ada orang yang menganggapmu jahat sekalipun kamu sudah demikian baik kepadanya.”

Murid itu berkata, “Hmmm kok bisa begitu ya. Jadi, apa yang mesti saya lakukan, guru?”

Sang guru berkata, “Hal ini menjadi refleksi bagimu, apakah kebaikan yang kamu lakukan merupakan luapan cinta kasih dari dalam batinmu? Atau hanyalah sebuah upaya untuk membentuk citra yang baik tentang dirimu?”

Bukan demi Pujian

Perbuatan baik tidak selamanya ditanggapi dengan kebaikan pula. Mengapa? Karena orang merasa bahwa apa yang baik yang diperbuat baginya itu belum cukup baik. Orang merasa diri sebagai yang paling baik dan benar. Orang merasa bahwa dirinya mampu melakukan hal-hal yang lebih baik.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk senantiasa melakukan hal-hal yang baik dengan tulus. Kita melakukan hal-hal baik itu dengan cinta yang membara, bukan untuk mencari pujian. Ini menjadi tantangan bagi setiap orang beriman, karena banyak orang ingin dipuji saat melakukan hal-hal yang baik bagi sesamanya. Orang kemudian tersinggung kalau tidak ada jempol yang diacungkan baginya.

Karena itu, yang dibutuhkan adalah kita tetap bertahandalam perbuatan-perbuatan baik. Kita berbuat baik untuk kebaikan sesama, bukan untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Godaan besar bagi hidup zaman sekarang adalah orang melakukan hal-hal yang kecil, tetapi ingin dipuji oleh orang lain.

Mari kita melakukan hal-hal yang baik dengan iman yang besar. Dengan demikian, hidup kita menjadi kesempatan untuk membahagiakan diri dan sesama. Tuhan memberkati. ** Frans de Sales SCJ

Diunggah: komsos1 | Tanggal: 27-01-2020 12:36

Tags: homili-renungan

Kalender Liturgi
Minggu, 29 Maret 2020


Jan - Feb - Mar - Apr - Mei - Jun - Jul - Agu - Sep - Okt - Nov - Des

Sumber: https://www.imankatolik.or.id/