Terbuka terhadap Karunia Tuhan

Tuhan senantiasa menyertai perjalanan hidup kita dengan karunia-karuniaNya. Karena itu, kita tidak perlu banyak menuntut dari Tuhan.

Ada sebuah kisah imajinatif. Suatu hari seseorang dan Tuhan berdiri mengamati pertandingan baseball. Tim Tuhan melawan tim iblis. Score sangat ketat, yaitu 0-0. Padahal ini adalah putaran terakhir. Mereka memperhatikan seorang pemukul bernama Kasih masuk ke lapangan. Kasih mulai memukul dan berhasil mencetak score single, karena Kasih tak pernah gagal.

Pemukul selanjutnya bernama Iman. Ia juga berhasil mencetak score, karena Iman selalu bersama-sama dengan Kasih. Lalu masuk seorang pemukul bernama Bijak. Iblis melakukan lemparan pertama dan Bijak hanya membiarkannya. Tiga kali lemparan dan Bijak hanya melangkah pergi, karena Bijak tidak pernah mengambil apa pun yang iblis lemparkan.

Lalu Tuhan melihat ke arah orang yang berada di sampingnya. Tuhan berkata bahwa Ia akan mengeluarkan pemain andalan-Nya. Lalu datanglah Karunia. Orang yang di samping Tuhan itu berkata bahwa Karunia sepertinya tidak terlalu hebat.

Tim Iblis sangat santai begitu mereka melihat Karunia. Mereka berpikir bahwa mereka hampir memenangkan pertandingan. Iblis pun melempar bola dengan sekuat tenaga. Apa yang terjadi? Karunia memukul bola kencang sekali melebihi pemain-pemain sebelumnya.

Iblis tampak tidak kuatir. Pemain tengah mereka jarang gagal menangkap bola. Iblis berlari mengejar bola, tetapi bola malah lepas dari tangannya. Bola itu menghantam kepalanya dan iblis pun jatuh tersungkur ke tanah.

Karunia bersama Kasih, Iman dan Bijak terus berlari sampai home run. Tim Tuhan menang! Lalu Tuhan bertanya kepada orang yang ada di samping-Nya, mengapa Kasih, Iman dan Bijak tidak bisa home run tanpa Karunia? Orang itu menjawab bahwa ia tidak tahu.

Lalu Tuhan menjelaskan, “Kalau kasihmu, imanmu dan kebijaksanaanmu yang memenangkan pertandingan, engkau akan berpikir bahwa engkaulah yang melakukan semuanya. Kasih, Iman dan Kebijaksanaan akan mengantarmu mencapai semua hal yang baik, tetapi hanya Karunia-Ku yang akan membawamu ke dalam kemenangan. Karunia-Ku adalah satu-satunya yang tidak dapat dicuri Iblis.”

 

Andalkan Tuhan

Sering kita mengandalkan kemampuan diri kita. Kita merasa bahwa dengan mengandalkan kekuatan diri kita itu, kita akan mampu melakukan segala hal. Ternyata tidak. Kita butuh bantuan dari rahmat Tuhan. Kita memerlukan pertolongan dari Tuhan, agar kita terus bertahan dalam perjalanan kita di dunia ini.

Meski cuma sebuah kisah imajinatif, kisah di atas memberi inspirasi bagi kita hari ini untuk menjalani hidup bersama dengan Tuhan. Kita mesti mengandalkan karunia-karunia Tuhan yang senantiasa hadir dalam perjalanan hidup kita. Mari kita terus-menerus terbuka terhadap karunia Tuhan, agar hari ini menjadi hari yang damai. Tuhan memberkati. ** Frans de Sales SCJ

Diunggah: komsos1 | Tanggal: 31-01-2020 08:59

Tags: homili-renungan

Kalender Liturgi
Minggu, 29 Maret 2020


Jan - Feb - Mar - Apr - Mei - Jun - Jul - Agu - Sep - Okt - Nov - Des

Sumber: https://www.imankatolik.or.id/