Heboh! Paus Berkunjung ke Kota Pempek

Pimpinan Gereja Katolik dunia atau yang dikenal dengan paus berkunjung ke Kota Pempek. Bersama belasan uskup, imam, dan biarawati, paus duduk di bangku barisan pertama Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Palembang.

Paus yang datang kali ini bukanlah paus yang kita kenal, Paus Fransiskus, melainkan paus yang baru berusia belasan tahun, termasuk belasan uskup, imam, dan biarawati. Kedatangan paus ini dalam rangka Perayaan Hari Anak Misioner Sedunia ke-177, Minggu (5/1).

 

 

Aku Bintang Misioner, Aku Mewatakan Injil menjadi tema Hari Anak Misioner Sedunia tahun ini. Menjadi bintang, kata Mgr. Aloysius Sudarso SCJ Uskup Agung Palembang, yang menjadi selebran utama, berarti anak dan remaja Katolik diutus untuk menunjukkan keberadaan Tuhan, sehingga orang-orang dapat datang berserah diri dan menyembahNya.

Dalam Ekaristi Hari Raya Penampakan Tuhan ini juga hadir 43 anak Keuskupan Agung Palembang, yang sedang berdinamika sebagai calon peserta Teen School of Missionary (T-Som). Selama setahun, mereka akan belajar menjadi misionaris cilik, sesuai dengan usia mereka.

 

 

Misioner menurut Uskup Sudarso merupakan sifat Gereja Katolik. Gereja diutus mewartakan Kristus yang lahir ke dunia. “Setiap selesai Misa (Ekaristi) selalu dikatakan, ‘Misa sudah selesai kita diutus!’ Kita tidak hanya menikmati Yesus untuk diri sendiri, tapi kita diutus. Yesus tidak dilahirkan hanya untuk Maria, Yusuf dan tiga sarjana, tapi seluruh orang,” kata Uskup Agung di hadapan ratusan orang umat.

Kepada anak dan remaja, uskup berpesan agar mereka siap mewartakan Yesus kepada siapapun yang mereka temui. “Wartakan Yesus dalam perbuatan baik, sesuai dengan motto kalian children helping children (anak menolong anak). Bagaimana dapat menolong orang lain? Pertama dengan berdoa, dekat dengan Yesus,” lanjut uskup.

Selain berdoa, anak-anak juga diajak Uskup Sudarso untuk berderma. Derma, menurutnya, tidak melulu soal uang, tapi juga membangun semangat bela rasa terhadap sesama. Anak dan remaja juga diajak untuk berkorban. Rela memberikan apa yang paling disenangi, demi membantu anak lain yang lebih membutuhkan.

“Juga bersaksi dengan hidup yang baik, tidak menyontek, tidak berkata-kata yang menghina, membantu sesama, terutama bagi teman-teman yang seusia kalian yang miskin dan sakit,” ajak uskup.

Selain mengajak anak-anak untuk bermisi, Uskup Sudarso juga mengajak para orangtua untuk mendukung anak-anak mereka. ** Kristiana Rinawati

Diunggah: komsos1 | Tanggal: 27-01-2020 12:21

Tags: komisi, komsos

Kalender Liturgi
Selasa, 18 Februari 2020


Jan - Feb - Mar - Apr - Mei - Jun - Jul - Agu - Sep - Okt - Nov - Des

Sumber: https://www.imankatolik.or.id/