Jadilah Diakon Kuat, Berani, Penuh Kasih, dan Bijaksana

Delapan pemuda berpakaian putih berarak bersama uskup, para imam, dan pelayan liturgi menuju Altar Kapel Seminari Menengah St. Paulus Palembang, Rabu (22/1). Disaksikan sekitar lima ratus umat, mereka siap menerima tahbisan diakon dari tangan Uskup Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ.

 

 

 

Injil Lukas 5:5, in verbo autem tuo laxabo rete artinya tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga, menjadi motto tahbisan kedelapan pemuda yang berasal dari Keuskupan Agung Palembang dan Keuskupan Tanjung Karang. Tiga di antara mereka yang ditahbiskan menjadi diakon diosesan Keuskupan Agung Palembang adalah Fr. Andreas Eko Wahyudianto, Fr. Fransiskus Riyanto, dan Fr. Ignasius Wahyudi, sedangkan lima pemuda lain ditahbiskan menjadi diakon dalam Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ). Mereka adalah Fr. Marius Ari Saputra SCJ, Fr. Alexander Pambudi SCJ, Fr. Benediktus Yogie Wandono SCJ, Fr. Paskalis Aditya Wardana SCJ, dan Fr. Hubertus Aditya Prabowo SCJ.

Sebelum menahbiskan kedelapan pemuda ini, Uskup Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, menjelaskan makna tahbisan yang akan mereka terima. Peran diakon sendiri baru dikenal saat Roh Kudus turun ke atas para rasul dalam peristiwa pentakosta.

“Jadi setelah Roh Kudus turun dan umat Allah menjadi banyak, para rasul kewalahan. Orang miskin dan para janda juga butuh pelayanan. Pelayanan utama mewartakan Injil menjadi tersendat. Umat Allah mengeluh karena kurang diperhatikan. Oleh karena itu, rasul-rasul (sekarang uskup), mengundang umat Allah untuk memilih 7 orang yang dipilih. Mereka inilah yang menjadi diakon pertama Gereja,” kisah uskup agung.

 

 

 

Diakon yang adalah pembantu uskup, harus berkarakter dan dekat dengan Allah dan sesama. Melalui penumpangan tangan uskup, yang melambangkan pengurapan Roh Kudus, para diakon diharapkan taat kepada para pemimpin Gereja, menyerahkan hidup demi pelayanan Gereja melalui hidup selibat.

“Semoga para diakon tumbuh dalam persatuan dengan Tuhan, dekat dengan umat, dan membangun keutamaan rohani dengan baik. Semoga mereka menjadi diakon yang kuat, penuh kasih dan bijaksana,” harap Mgr. Sudarso SCJ.

 

 

Kecuali itu, uskup juga berharap, mereka yang ditahbiskan menjadi bahagia dengan penyerahan diri mereka.

“Semoga Anda berbahagia dengan penyerahan diri sebagai diakon pada hari ini. Semoga Anda tumbuh dan berkembang, sehingga mempersiapkan diri menjadi imam-imam Tuhan kelak. Menjadi imam adalah menjadi pelayan sepenuh hati untuk umat dan Tuhan,” tutur Monseigneur.

Kepada umat yang hadir, uskup memohon doa bagi para diakon agar mereka setia, menjadi kuat, berani, penuh kasih, dan bijaksana. ** Kristiana Rinawati

Diunggah: komsos1 | Tanggal: 28-01-2020 10:30

Tags: komisi, komsos

Kalender Liturgi
Selasa, 18 Februari 2020


Jan - Feb - Mar - Apr - Mei - Jun - Jul - Agu - Sep - Okt - Nov - Des

Sumber: https://www.imankatolik.or.id/